Reading has a lot of advantages for us.....
Therefore, don't be lazzy for reading!

Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi ibu kita (sebutan kerennya "mama"). Betul sekali... tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu. Sejarahnya yaitu diadakannya Kongres Wanita Indonesia di Yogyakarta tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta (kalau ngga' salah). Karena hal tersebut, tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu sampai sekarang. Tapi kalian bisa menyebutnya hari mama ataupun hari emak..hehehe. Ibu adalah wanita yang sangat berjasa kepada kita. Melahirkan, merawat, membesarkan kita. Ibu tak kenal lelah dan tak mengeluh sedikit pun hingga kita bisa seperti sekarang ini. Di hari ibu ini, kita dapat melakukan segala sesuatu yang dapat membuat ibu bahagia ataupun terkenang. Kita bisa ngasih hadiah, kado, ataupun kenang-kenangan. Tapi, jangan risau bagi yang tidak mempunyai uang alias lagi bokek. Ibu sudah sangat senang melihat anaknya berbakti dan mau menaati nasihatnya. Lagu ciptaan Eddy Silitonga berjudul "Mama" sangat tepat dinyanyikan di hari ibu ini.
Mama
Oh mama...kembalilah
Oh mama... oh mama...kembalilah
Oh mama mama...
Kembalilah padaku
Hanyalah dirimu harapankuOh mama mama...
Kembalilah padaku
Hanyalah dirimu pelita hidupkuMama, oh mama...
Apalah artinya
Hidup tanpa kasih sayang mama
Oh mama...
Betapa nistanya
Hidup tanpa mama....Mama...jasamu sangat besar buatku.....
Terimalah pengabdianku untukmu, mama...
Robbighfirlii waliwaalidayya warkhamhuma kama robbaya nishoghiro...

Betul... pupus sudah harapan Indonesia untuk mendulang jawara di final Super Series Masters, Malaysia. Untuk kesekian kalinya (berapa kali ya??) pebulutangkis Indonesia gagal membawa pulang kemenangan. Harusnya, kita dapat memaksimalkan pemain-pemain Cina yang absen di semua nomor. Pemain kita tidak kalah kualitas dengan pemain dari negara lain. Bahkan, malah lebih tinggi levelnya. Turnamen bulutangkis tutup tahun tersebut hanya diikuti oleh pebulutangkis dengan 8 peringkat teratas WBF (World Badminton Federation alias Federasi Bulutangkis Dunia). Sebetulnya, Indonesia menempatkan 5 wakilnya di semifinal. Tapi, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro gagal melaju ke final setelah dikalahkan Lee Chong Wei dan Peter Gade. Pasangan ganda putra peringkat satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan pun gagal maju ke final setelah dikalahkan seteru abadinya, Jung Jae-sung/Lee Yong-dae (Korea Selatan). Di final hari ini, peringkat satu dunia ganda campuran Nova Widhianto/Lilyana Natsir takluk di tangan pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (susah banget namanya..) dengan 19-21, 21-18, dan 20-22. Padahal kurang sedikit lagi... kecewa nih.. liat aja skornya, ketat banget!! Nasib sama dialami

pasangan ganda putri kita Vita Marissa/Lilyana Natsir. Mereka dikandaskan pasangan tuan rumah Malaysia, Wong Pei Tty/Chin Eei Hui dengan straight set 15-21 dan 20-22. Selain mendapat gelar dari ganda putri, tuan rumah juga berhasil memperoleh gelar dari tunggal putra dan ganda putra...wuih hebat ya!! Lee Chong Wei (peringkat satu dunia) menghentikan langkah Peter Gade dari Denmark. Koo Kien Keat/Tan Boon Heong menyudahi perjuangan Jung Jae-sung/Lee Yong-dae untuk merebut jawara ganda putra. Adapun gelar juara tunggal putri direbut pebulutangkis Hongkong, Zhou Mi yang mengalahkan sesama pemain Hongkong Wang Chen. Hmmm... dengan begini Indonesia hanya menempati runner-up. Melihat hasil seperti ini, PBSI harus memberikan evaluasi-evaluasi agar bisa lebih baik di turnamen selanjutnya, because pemain Malaysia bisa mendapat tiga gelar (padahal peringkat pemain kita di atas pemain Malaysia). Tapi kita patut berbangga, mereka telah menunjukkan permainan terbaik. Aq do'akan semoga bisa mendulang jawara di kejuaraan mendatang. So.. berjuanglah terus pahlawan-pahlawan Indonesia!!

Alhamdulillah... akhirnya setelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tapi tidak sampai bertahun-tahun, blog ini dimuat di Harian Suara Merdeka hari ini, Minggu, 21 Desember 2008. Baca saja kalau tidak percaya di rubrik Blogprint Suara Merdeka halaman 19...hehehe. Alamat blog ini sudah kukirimkan sejak alamat blogprint Suara Merdeka di koneksm@yahoo.com. Tapi, baru kali ini blogQ dimuat dengan alamat blogprint yang sudah berubah, yaitu di konek@ymail.com. Artikel yang dimuat yaitu tentang wacana "Mau Nglanjutin Ke Mana??" yang aq posting hari Rabu, 17 Desember 2008. Wah... pokoknya terima kasih banget Suara Merdeka. Thanks for Suara Merdeka!! Semoga Suara Merdeka tetap menjadi koran lokal terbaik di Indonesia...amin... Forza Suara Merdeka!! Vielen Dank!!

Hmmm....gimana mengungkapkannya ya?? Yupz... timnas Indonesia akhirnya gagal menapaki babak final setelah dikalahkan Thailand dengan skor 1-2, so.. agregatnya 3-1 untuk Thailand. Indonesia gagal mengalahkan Thailand untuk kesekian kali di hadapan puluhan ribu pendukung Thailand. Pertandingan berlangsung tidak seperti pertandingan sebelumnya. Jika dalam laga-laga sebelumnya Indonesia selalu kebobolan pada menit-menit awal, kali ini justru sebaliknya. Charis Yulianto dkk unggul di menit awal berkat gol yang dilesakkan bek Indonesia, Nova Arianto. Alhamdulillah... aq yang nonton tadi malam pun menghela napas. Harapan muncul di benakku. Anak-anak Indonesia tampil trengginas. Peluang berkali-kali didapat dan sering membahayakan gawang Thailand yang dikawal Kitisak Rawangpa. Gawang Indonesia pun tidak jarang mendapat perlawanan dari Thailand. markus Horison bermain baik di babak pertama. Sampai turun minum, skor tetap 1-0 untuk Indonesia. Babak kedua masih berjalan sama seperti babak pertama. Kedua kesebelasan melancarkan serangan-serangannya. Tapi apa mau dikata.... Di 20 menit terakhir justru pemain-pemain Indonesia lengah. Teratep Winothai menyelesaikan assist dengan matang. Gol tak bisa terhindarkan. Para penonton (termasuk aq) pun tak rela gawang Indonesia dibobol. Bungkamlah mulut kita semua..hehe. Tapi Indonesia masih berusaha untuk menciptakan gol lagi. Konsentrasi yang sudah tidak selayaknya membuat bek Indonesia melakukan pelanggaran tapi masih agak jauh dari kotak penalti. Tendangan pemain Thailand memang tidak sampai ke gawang, namun sampai ke pemain Thailand lainnya yang berdiri bebas. Tendangan kerasnya menghunjam gawang Markus untuk yang kedua kalinya. Skor 2-1 untuk Thailand bertahan sampai laga usai. Tak terelakkan... Indonesia gagal lolos ke final. Tidak cuma suporter Indonesia yang nonton di Thailand, aq pun ikut sedih.....hiks..hiks..

Mau nglanjutin ke mana?? Ke mana setelah SMA?? Perguruan Tinggi mana yang cocok buat kita?? Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang muncul di benak kita, khususnya anak kelas 3 SMA yang sebentar lagi "melakoni" Ujian Nasional. Memang banyak yang sudah mantap mau nglanjutin ke perguruan tinggi mana. Tapi banyak juga yang saat ini masih bingung mau nerusin ke mana (termasuk aq...hehe). Problematika seperti ini yang sedang dihadapi anak-anak SMA kebanyakan. Hal ini harus dipertimbangkan secara masak-masak because...menentukan masa depan dan cita-cita kita. Bulan-bulan mendekati Ujian Nasional seperti ini seharusnya kita sudah punya tujuan yang jelas. Kita sudah disibukkan dengan tambahan pelajaran, les, bimbangan belajar untuk menghadapi Ujian Nasional yang kita sendiri belum tahu kapan ujian tersebut berlangsung. Gimana nih Pak Bambang Sudibyo?? Tidak seperti dulu-dulu. Tanggal dan bulan ujian sudah ditentukan jauh-jauh hari sehingga siswa dan para guru bisa memanfaatkan waktu yang ada secara efisien. Haruskah seperti ini terus?? Kita seharusnya prihatin terhadap pendidikan Indonesia saat ini. Apalagi kurikulumnya. Sudah tidak saatnya seorang siswa yang hanya mempunyai satu otak, dipaksa harus menguasai lebih dari 12 mata pelajaran!! Gimana kita mau menghasilkan pakar-pakar yang ahli dalam bidangnya jika otak kita setiap hari dijejali pelajaran-pelajaran yang bukan di bidangnya. Kembali ke topik. Waktu-waktu seperti sekarang harus kita gunakan untuk mencari informasi tentang perguruan tinggi di Indonesia yang sesuai dengan angan-angan dan kemampuan kita. Kita harus memilih jurusan yang paling tepat sesuai dengan bidang yang kita kuasai. Alangkah baiknya jika kita bertanya maupun berkonsultasi ke orang tua. Kita diskusikan baik-baik. Jangan sampai orang tua memaksakan jurusan yang bukan di bidang kita. Selain itu, kita juga bisa membicarakannya dengan guru-guru di sekolah kita seperti guru BK (Bimbingan Konseling) atau guru-guru yang bersangkutan. Insya Allah mereka bisa memberikan bantuan atau solusi yang sangat berguna untuk kita ke depannya. Jangan malu untuk bertanya-tanya. Informasi yang banyak sangat kita butuhkan dan itu semua bisa kita peroleh jika kita aktif bertanya atau mencari-cari di internet dan sebagainya. Info-info seputar penerimaan mahasiswa baru, ujian masuk, SNMPTN harus kita cari sebanyak-banyaknya (Info seputar universitas dapat dilihat dengan meng-klik website universitas tersebut pada blog ini di subtitle "Link Kampus"). Untuk itu, kita harus berjuang bersama-sama. Cari solusi yang tepat. Mari berjuang bersama-sama!! Kita pasti bisa!! Dengan do'a dan ikhtiar insya Allah kita dapat menghadapi ini semua. Selamat Berjuang!!
Waduuuuuhhhh!! Lagi-lagi Indonesia takluk. Laga "big match" Indonesia kontra Thailand digelar di kandang Indonesia Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tapi ga apa-apa lah.... Timnas Indonesia uda berjuang maksimal cuma lengah di menit-menit awal, so kecolongan lebih dulu. Ya, gawang Indonesia yang dikawal Markus Horison kebobolan di lima menit awal. Markus salah positioning-nya saat mengantisipasi bola atas. Bingung mau menunggu bola or menyergap. Finally, Markus maju buat nangkep bola. E...ternyata ada pemain Thailand yang lebih dulu menyundul bola dan bola itu melambung di atas kepala Markus. Dangda, pemain Thailand tersebut membuahkan angka pertama buat Thailand. Melihat gol awal tersebut, anak-anak Indonesia (hey...bukan anak kecil!!) mencoba melancarkan

serangan bertubi-tubi ke gawang Thailand. Apa mau dikata, umpan-umpan lambung or bola-bola atas dari pemain Indonesia selalu kandas di pertahanan Thailand. Gagalnya bola-bola atas membuat pemain Indonesia mencoba melakukan penetrasi ke gawang Thailand. Tapi sama saja. Serangan selalu bisa dihentikan atau penyelesaian pemain Indonesia yang juga buruk. Serangan-serangan yang dilakukan tersebut membuat jantung pertahanan Indonesia (bukan jantung pisang) lengah. Berkali-kali bola yang berhasil direbut pemain Thailand mengancam gawang Markus. Tapi, Markus dan pemain-pemain belakang masih mampu menghalau. Negeri Gajah Putih mengandalkan duet Dangda dan Teratep Winothai. Di babak kedua, gawang Indonesia hampir dibobol untuk kedua kalinya. Saat itu Markus sudah keluar dari sarangnya, sehingga gawang kosong mlompong!! Tapi beruntung bagi Indonesia, Winothai gagal menyelesaikannya. Lagi, gawang Indonesia berhasil diselamatkan Ismed Sofyan padahal bola hanya berjarak beberapa centi dengan garis gawang. Huuufffftt...para supoter yang memadati stadion menghela napas lega. Sampai peluit akhir dibunyikan, kedudukan tetap 1-0 untuk Indonesia. Semifinal leg kedua digelar di Thailand. Jika pengen maju ke final, Indonesia harus bisa menundukkan Thailand minimal dengan skor 2-0 or 2-1. Hmmm...pekerjaan yang sulit tuh!! Tapi kita harus percaya, pemain-pemain Indonesia dapat melakukannya. Berjuanglah Indonesia!! Kalian bisa!! Forza!!
Zum Geburtstag....zum Geburtstag...maksudnya selamat ulang tahun (sok jerman banget...hehe). Ucapan ini aq tujukan kepada Trans Corporation (Trans Corp.) yang tepat pada hari ini berultah ke-7. Saat ini di Trans TV dan Trans 7 sedang digelar pesta musik. Ayo nonton!! Pesta musik yang bertajuk "Trans 7uara" itu dimeriahkan band-band papan atas, seperti Peterpan, The Changcuters (yang lagi laris-larisnya), Andra & The Backbone, D'Massiv, Nidji, ST 12, dan masih banyak lagi yang laen. Pokoknya seru banget deh!! Sekedar ngasih tahu, acara tersebut diadakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC). Ya semoga dengan ultah yang ke-7, Trans TV mapun Trans 7 tetap memberikan acara-acara yang menghibur para pemirsa dan semakin bertambah baik lagi...amin... Singkat aja ya....(sudah kehabisan kata-kata). Sekali lagi...zum Geburtstag Trans Corp!! Makin jaya!! Trans 7uara!!

Pergantian kursi pelatih Real Madrid dari Bernd Schuster ke Juande Ramos menitikkan secercah harapan. Bagaimana tidak. Penampilan perdana Pelatih Juande Ramos bersama Real Madrid membuahkan kemenangan 3-0 saat bersua Zenit St. Petersburg di Liga Champions. Tapi, penampilan baik tersebut tidak berlaku buat The Catalans (julukan Barcelona). Ya...tadi pagi di Stadion Nou Camp markas Barcelona, daftar kekalahan Real Madrid bertambah seiring ditaklukan tuan rumah dengan dua gol tanpa balas. Sebenarnya penampilan Real Madrid hebat. Pertandingan berjalan sangat seru sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Seusai turun minum, kedua kesebelasan tetap menampilkan permainan yang ngotot. Sekitar menit 70-an (tepatnya berapa, saya lupa..hehehe), El Barca mendapat hadiah penalti setelah Michel Salgado menjatuhkan Sergi Busquets di kotak penalti. El Picichi (top skorer) sementara La Liga Spanyol, Samuel Eto'o gagal menunaikan tugasnya sebagai pengambil tendangan penalti. Iker Casillas memblok tendangan Eto'o dengan sangat tepat. Peluang El Barca kembali didapat saat Casillas kembali dapat memblok tendangan keras Eto'o. Serangan balik Real Madrid hampir membuahkan gol. Sayang, tendangan Raul Gonzales berhasil dihalau Victor Valdes. Tapi, petaka bagi Madrid hadir pada menit 80-an saat tandukan Charles Puyol yang berasal dari tendangan pojok berhasil dimaksimalkan Samuel Eto'o. Kehebatan Barcelona tidak hanya sampai di situ. Lionel Messi "si bocah ajaib" menceploskan gol kedua sehingga skor 2-0 bertahan sampai peluit akhir babak kedua dibunyikan. Hmmmm....dengan hasil itu El Barca kokoh di puncak klasemen sementara La Liga Spanyol. Memang saat ini, Barcelona sedang "tidak punya" lawan. Banyak tim lain yang ingin menghentikan kemenangan beruntun El Barca.




Akhirnya buku keempat atau buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi terbit juga. Setelah sukses dengan novel Laskar Pelangi yang pertama (sampai-sampai memperoleh "gelar" Indonesia's Most Powerful Book), Andrea Hirata sang novelis melanjutkan tulisannya dalam buku kedua dan ketiga yakni Sang Pemimpi dan Edensor. Ternyata makin lama makin banyak "fans" berat novel Laskar Pelangi ini. Para pembaca ingin cepat-cepat membaca seri terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi itu. Akhirnya Andrea Hirata merampungkan novel terakhirnya dengan judul Maryamah Karpov. Dengan terbitnya novel tersebut, maniak novel tidak perlu menunggu lama untuk membacanya. Seperti apakah ceritanya?? Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?? Anda tidak usah bertanya-tanya. Kini, novel Maryamah Karpov telah tersedia di toko-toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, dan lain-lain. Jangan mengaku fans berat Laskar Pelangi jika tidak membaca seri terakhirnya!!! Buruan beli novelnya!!!
Kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kabar tersebut datang dari salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia, yaitu Universitas Indonesia. Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) memperoleh akreditasi internasional. Hal itu dikemukakan oleh tim penguji akreditasi internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) yang terdiri atas tim penilai dari University of Science Malaysia (Malaysia), University of the Philippines (Filipina), NUS (Singapura), dan Chulalongkorn University (Thailand). Hasil penelitia

n tersebut disampaikan oleh Deputi Executive Director ASEAN University Network, Prof. Dr. Nantana Gajaseni kepada Rektor UI Prof. Dr. Gumilar R. Somantri. Universitas di ASEAN yang telah memperoleh prestasi serupa yaitu De La Salle University Philippine dan University of Malaya. Aspek-aspek yang dinilai meliputi aspek Expected Learning Outcomes, cakupan program, spesifikasi program, rancangan kurikulum, didactic concept, teaching, learning strategy, penilaian terhadap mahasiswa, quality assurance, infrastuktur dan fasilitas, serta respons stakeholder. Dengan prestasi yang telah dicapai UI tersebut, kita berharap semoga universitas-universitas di Indonesia yang lain dapat terpacu untuk bersaing secara sehat menjadi universitas yang terbaik. Insya Allah hari-hari ke depannya banyak universitas di Indonesia yang dapat menyusul prestasi UI yaitu memperoleh akreditasi internasional atau lainnya yang berskala internasional...amin ya robbal 'alamin... Majulah pendidikan di Indonesia!!